Menutup 2025, IPB University Refleksi Capaian dan Siap Memperkuat Dampak di 2026
Menutup tahun 2025, IPB University menggelar sarasehan dengan wartawan untuk merefleksikan capaian strategis sepanjang tahun dan memaparkan outlook pengembangan institusi di 2026. Tahun ini menjadi fase penting dalam implementasi Rencana Strategis IPB 2024–2028, menegaskan visi perguruan tinggi untuk menjadi inovatif, unggul, dan berdampak di bidang pertanian, kelautan, dan biosains tropika.
Sepanjang 2025, IPB University memperkuat tata kelola, kualitas pendidikan, serta ekosistem riset. Lebih dari seperempat dosen telah meraih jabatan profesor, sementara 21% berada pada jenjang lektor kepala, menunjukkan kematangan akademik dan produktivitas riset yang tinggi. Perguruan tinggi ini juga meraih posisi tertinggi nasional dalam pemeringkatan global, termasuk peringkat #49 dunia dan #1 ASEAN QS Agriculture & Forestry, serta #42 global dan #1 nasional THE WUR Interdisciplinary Science, diiringi 16 penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025.
Selain capaian akademik, IPB University memperluas dampak sosial melalui pengabdian di lebih dari 8.350 desa, program One Village One CEO, dan tanggap bencana di Sumatra, termasuk bantuan pangan, layanan kesehatan, pendampingan psikososial, serta kebijakan keringanan UKT bagi mahasiswa terdampak.
Menyinggung pendidikan dan kemahasiswaan, Prof. Deni menekankan, “Keberhasilan IPB University tidak hanya diukur dari pemeringkatan dan riset, tetapi juga dari bagaimana mahasiswa diberdayakan secara akademik dan non-akademik. Program beasiswa, pengembangan softskill, serta pengalaman nyata di masyarakat memastikan mahasiswa siap berkontribusi bagi bangsa dan komunitasnya.”
Memasuki 2026, IPB University akan mempercepat hilirisasi riset, memperkuat kolaborasi global, mengembangkan talenta unggul, dan mendukung program prioritas pemerintah serta SDGs, dengan tujuan menjadi perguruan tinggi yang unggul, relevan, dan berdampak bagi Indonesia dan dunia.

